FORMA, PLATO, SAUSSURE

FORMA DI MATA PLATO DAN SAUSSURE

Oleh: Muhammad Hasri

Plato hidup pada tahun 427 – 347 Sebelum Masehi dengan usia 80 tahun, sementara Ferdinand Morgin de Saussure hidup pada tahun 1857 – 1913 Masehi dengan usia 56 tahun. Data ini menunjukkan bahwa kedua pakar ini hidup dalam bentangan waktu yang sangat panjang, 2284 tahun.

Plato dan Saussure memiliki jasa yang sangat besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Plato berjasa meletakkan filosofi yang memicu pengembangan kosep dasar ilmu pengetahuan secara umum sementara Saussure memiliki jasa dalam pengembangan linguistik modern. Yang menarik untuk diungkap dari keduanya adalah bagaimana wujud pemikiran Plato dan Saussure dalam dunia ilmu pengetahuan sehingga namanya demikian tenar dan terus hidup dalam diskusi-diskusi para ahli. Apakah keduanya memiliki kesamaan pijakan berpikir ataukah mereka berbeda? Kalau pemikiran mereka sama, bagaimana kesamaannya? dan kalau berbeda, bagaimana pula perbedaannya?

Plato membangun gagasan idealisme dengan konsep forma yang dianutnya. Pemahaman dibangun dengan forma. Sesuatu yang kita pandang ini akan dapat terpahamkan dengan baik melalui idea yang ada dalam diri kita. Yang disebut fakta adalah apa yang ada dalam idea manusia.

Ide berada dalam intelek manusia. Ide tidak berada dalam waktu dan ruang dan tidak dapat berada atau berhenti berada sebagaimana yang terjadi pada bentuk dan ruang. Plato berpendirian bahwa idea sangat mendasar dalam dunia secara keseluruhan.

Plato membedakan antara tindakan yang pious dan piety. Pious merupakan abstraksi dalam ide yang menunjukkan sesuatu yang sama. Forma sesuatu itu sama meski yang terlihat dan terasakan berbeda tetapi sesuatu itu di dalam ide bersifat abadi dan tunggal. Contoh konsep tentang cinta, dalam ide cinta hanya ada satu forma cinta yakni yang ada dalam cinta yang sebenarnya cinta. Cinta yang terlihat diukur kebenarannya berdasarkan cinta dalam forma, bukan cinta dalam rasa yang dimiliki oleh setiap manusia.

Forma diperoleh bersifat epistemologis. Forma tidak diperoleh melalui pengalaman. Forma diketahui secara apriori, dari prior ke pengalaman. Seseorang yang membuat sesuatu, sesungguhnya dia mengkopi apa yang ada dalam forma sesuatu itu karena sesuatu yang dia buat itu sesungguhnya adanya ada dalam idea yang berbentuk forma. Wujud yang dibuatnya itu bukanlah yang sesungguhnya benar-benar ada sebab apa yang ia buat itu akan lekang dimakan waktu dan akan tiada pada tempat ia berada. Yang akan ada dan tak pernah tiada adalah yang ada dalam forma yang ditirumya untuk membuat sesuatu yang dibuatnya.

Dalam pandangan Plato keberadaan sesuatu itu adalah esensi dari sesuatu itu sendiri. Keberadaan sesuatu itu bida dipahami melalui pernyataan tetapi apa yang dinyatakan itu tidaklah selengkap dengan apa yang sebenar-benarnya sesuatu itu sendiri. Sesuatu itu dapat dipahami melalui hubungannya dengan yang lain tetapi pernyataan yang bisa lahir dari hasil penghubungannya dengan yang lain tidaklah pasti adanya. Sesuatu disebut tinggi hanya karena dia diperbandingkan dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya. Tinggi itu sebenarnya semu yang ada adalah ukuran. Karena pengukuanlah sesuatu itu lebih tinggi dari yang lainnya.

Konsep Plato di atas sangatlah menarik dan sangat sufistik. Konsep ini dijabarkan lebih lanjut oleh Saussure 2284 tahun kemudian melalui forma bahasa. Salah satunya adalah konsep langue.

Langue adalah keseluruhan kebiasaan yang diperoleh secara pasif yang diajarkan oleh masyarakat bahasa, yang memungkinkan para penutur saling memahami dan menghasilkan unsur-unsur yang dipahami penutur dalam masyarakat. Langue bersifat abstrak. Parole adalah keseluruhan yang diujarkan orang, termasuk konstruksi individu yang muncul dari pilihan penutur atau pengucapan yang diperlukan untuk menghasilkan konstruksi berdasarkan pilihan penutur. Parole bersifat konkret. Parole merupakan manifestasi individu dari bahasa. Langue dan parole disatukan dalam langage. Langage merupakan gabungan parole dan kaidah-kaidah bahasa. Langage memiliki segi individual dan segi sosial dan tidak dapat ditelaah yang satu tanpa yang lain. Langage tidak memiliki prinsip keutuhan yang memungkinkan diteliti secara ilmiah.

Dari pikiran Saussure mengenai langue sebagai objek kajian linguistik, lebih lanjut Saussure mengulas mengenai tanda. Dia melakukan pemilahan antara signifer dan signified. Signifie adalah gambaran mental, yakni pikiran atau konsep aspek mental dari bahasa. Signifie merupakan kesan makna yang ada dalam pikiran. Signified adalah gambaran akustis dari bunyi yang bermakna atau coretan yang bermakna (aspek material), yakni gambaran akustis dari apa yang dikatakan dan apa yang ditulis atau dibaca. Signified merupakan kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran. Signifie dan signified ibarat dua sisi dari sekeping mata uang. Tanda bahasa menyatukan konsep dan gambaran akustis.

Hubungan antara signifie dan signified bersifat arbitrer (manasuka). Hubungan ini hanya berdasarkan konvensi, kesepakatan, atau peraturan dari kultur pemakai bahasa tersebut. Hubungan antara keduanya tidak dapat dijelaskan dengan nalar apa pun, baik pilihan bunyi-bunyinya maupun pilihan untuk mengaitkan rangkaian bunyi tersebut dengan benda atau konsep yang dimaksud. Karena hubungan yang terjadi antara keduanya bersifat arbitrer, makna signifier harus dipelajari, yang berarti ada struktur yang pasti atau kode yang membantu menafsirkan makna. Tanda yang berupa signifie dan signified mengacu ke rujukan dalam dunia nyata.

Konsep Saussure di atas sejalan dengan pandangan Plato. Langue dan signifie merupakan jabaran dari forma Plato. Keduanya menyetujui alam idea. Signified dan parolenya Saussure di mata Plato merupakan sesuatu yang tidak abadi. Yang abadi hanyalah signifie dan langue.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: