Prioritas Pengembangan Kurikulum

Saat ini KTSP terus dibenahi. Sekolah merivisi KTSP-nya setiap tahun, bahkan untuk dokumen 2 guru sepanjang hari dapat menguodate RPP-nya.

Menjelang diberlakukannya sistem SKS pada sekolah kategori mandiri (SKM), satuan pendidikan berlomba menggenjot kualitas KTSP-nya. Hal ini disebabkan oleh inginnya mereka dikategorikan sebagai SKM. Indah benar ber-SKM itu. Sebuah sistem yang tak lagi mengenal tinggal atau naik kelas. UN-pun dilakukan selama dua kali dalam setahun. Jadi peserta didik dapat saja menyelesaikan pendidikannya 2, 2.5, 3, 3.5, atau 4 tahun. Bergantung kompetensi yang dilikinya.

Ahhh.. ke mana lagi arah perjalanan pendidikan kita? Bagi mereka yang skeptis kebijakan SKM adalah sebuah kemunduran  tetapi mereka yang optimis sistem SKM adalah sebuah tantangan yang dapat melambungkan kualitas pendidikan kita. Anda tergolong yang mana? Kaum skeptis ataukah optimism?

Ah biarkan waktu berjalan dan kita tetap akan menjadi pelaku dari semua itu.

Lalu apa hubungannya dengan prioritas pengembangan kurikulum?

Untuk para guru bentangan tantangan panjang telah terhampar di depan. Siapa yang kreatif dialah pemenangnya. Dialah yang akan merebut maslahat tambahan yang disediakan dalam payung hukum pendidikan kita. Beasiswa guru, beasiswa bagi anak-anak guru, bonus pendidikan, tunjangan profesi, dan tunjangan daerah terpencil adalah sebagian kecil dari maslahat tambahan yang dapat direbut oleh guru dalam pengembangan kurikulum ini.

KTSP adalah jalan panjang yang dapat mengukir prestasi. Adalah mereka yang tergabung dalam pengembangan pendidikan dapat menggonjot prestasi. Dia adalah DPR yang dapat menulang suara, ataukah walikota yang akan menjual ide, ataukah para kepala dinas yang akan menjual tampang agar tetap bertahan di jabatannya. Adalah KTSp yang dapat menjejali prestasi untuk semua. Bagi guru bukan sebuah jual tampang atau jual ide atau mendulang suara. Kita terbebas dari semua itu. Kita adalah profesi yang menentukan arah masa depan bangsa ini. Kepentingannya melebihi peran DPR, peran walikota, ataukan peran kepala dinas.

Dengan KTSP kita membangun diri dan membangun bangsa ini.

Siapa yang akan mengikhlaskan diri?

Ayolah kita maju bersama meski tanpa dana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: