Penilaian Berbasis Kompetensi

Salah satu Perbedaan utama KTSP — KBK dengan kurikulum sebelumnya terletak pada sistem penilaiannya. Dalam KBK tegas disebutkan penilaian mengacu kepada penilaian acuan kriteria (Patokan). Artinya, sebelum melakukan pembelajaran, wajib ditetapkan standar nilai yang menjadi patokan dalam penentuan kelulusan. Patokan penilaian ini dianalisis per KD. Model analisisnya dikenal dengan istilah Analisis KKM (kriteria Ketuntasan Minimal) dahulu disebut Analisis SKBM.

Dalam KBK — KTSP penilaian dilakukan berbasis kompetensi dasar (KD). Ketuntasan dilakukan per KD, artinya nilai yang diberikan kepada siswa harus per KD. Nilai dalam tiap KD  inilah yang menentukan lulus tidaknya siswa pada KD tersebut. Siswa yang memperoleh nilai KD lebih dari atau sama dengan KKM KD itu dinyatakan lulus dalam KD tersebut dan kepadanya boleh diberi pengayaan. Sebaliknya, siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM pada KD itu wajib diberi remedial melalu program remedial. Ingat, remedial bukan ujian pengulangan tetapi wajib diberi perlakuan (melalui pembelajaran tatap muka, penugasan, dll) yang diakhiri dengan ujian (lisan atau tertulis).

Dahulu nilai ulangan harian, penugasan, dan semacamnya yang diolah untuk mendapatkan nilai akhir/semester. Menurut saya, cara seperti ini menyalahi prinsip ketuntasan per KD. Mengapa? Karena sulit menentukan ketuntasan per KD bilamana penilaian dibasiskan pada jenis tagihan. Yang benar adalah nilai UH, penugasan, dan lainnya diolah untuk mendapatkan nilai KD. Nilai KD inilah yang diolah untuk mendapatkan Nilai Proses yang selanjutnya diolah dengan nilai Ujian Tengah Semester dan Nilai Akhir Semester untuk mendapatkan nilai akhir (Rapor).

Remedial hanya diperuntukkan untuk nilai per KD. Remedial tidak ditujukan kepada nilai tengah semester  dan nilai akhir semester, serta nilai ujian kenaikan kelas. Istilah ujian tengah semester, akhir semester, dan kenaikan kelas didasari oleh permen nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian.

Ada tiga nilai yang dapat diproses untuk mendapatkan nilai akhir pada tiap semester, yaitu nilai proses, nilai tengah semester, dan nilai akhir semester/kenaikan kelas. Saran formulasinya adalah

3P + UT + 2US atau UK

————————

             6

atau dinyatakan dengan (3P+UT+2US atau UK)/6;  di mana

P = Nilai Proses (diambil dari rerata nilai per   KD); nilai KD diambil dari Nilai UH, Tugas, atau proyek dalam KD tersebut 

UT = Ujian Tengah Semester

US atau UK = Ujian Akhir Semester atau Ujian Kenaikan Kelas 

Mengenai penentuan kenaikan kelas, dasar penentuannya adalah kesepakatan pihak sekolah dan komite yang diatur dalam KTSP dokumen 1. Patokan penentuannya adalah nilai KKM per mata pelajaran. Perlu disepakati jumlah nilai di bawah KKM pada semester 1 dan semester 2 untuk penentuan tinggal kelas. Dewan guru wajib ajeg pada kesepakatan itu.

Sebagai Widyaiswara di LPMP, saya menyarankan kriteria kenaikan kelas itu adalah siswa tersebut tidak memiliki 3 nilai di bawah KKM pada setiap semester, 3 nilai di bawah KKM pada semester 1 dan 3 nilai pada semester 2. Jadi jumlah minimal nilai di bawah KKM untuk tinggal kelas adalah 5 nilai (2 nilai di bawah KKM pada semester I dan 3 pada semester II atau 3 nilai di bawah KKM pada semester I dan 2 pada Semester II).

Kasus: seorang siswa memiliki 2 nilai di bawah KKM pada semester 1 dan 3 nilai di bawah KKM pada semester 2 maka siswa ybs dinyatakan tinggal kelas, demikian pula sebaliknya.

Persoalan ini perlu didiskusikan lebih lanjut. 

Semoga bermanfaat! 

Satu Tanggapan

  1. sistem penilaian KTSP sangat rumit, tapi setelah saya mempelajari khususnya pada bidang studi matematika, saya kira tidak ada masalah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: